Saya Memutuskan Untuk Jadi Feminist dan Saya Marah
Saya Memutuskan Untuk Jadi Feminist dan Saya Marah Jakarta, sabtu (29/02) hari kabisat yang terjadi empat tahun sekali dan saya ingin sekali memanfaatkan tanggal yang hanya ada dalam empat tahun sekali ini menjadi tidak sia-sia. Pada hari itu, saya memutuskan untuk jadi aktifis feminist dan bergaul dengan aktifis lainnya dalam acara Panggung Ekspresi Gerak Perempuan di LBH Cikini, Jakarta. Belakangan ini saya muak dengan keadaan negeri pertiwi yang semakin tidak peduli dengan azaz kemanusiaan. Susah rasanya memanusiakan manusia. Genderisasi di mana-mana dan oknum nomor satunya adalah laki-laki. Perempuan-perempuan dari berbagai kalangan merasa cemas dan muncullah kampanye tentang feminisme di mana-mana. Saya sempat tidak memedulikan itu semua. Enggan repot-repot turun ke jalan, malas juga dengar keluh kesah sesama perempuan dalam menjalani hidup menjadi perempuan. Bagi saya, masalah setiap orang adalah hal yang harus diurus oleh individu itu sendiri, tak perlu melibatkan ora...